Sejarah Kebudayaan Islam kelas 6 MI Roudlotul Huda Terban

 


Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah menganugerahkan hidayah, taufiq dan inayah sehingga proses penulisan buku teks pelajaran PAI dan bahasa Arab pada madrasah ini dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga tercurah keharibaan Rasulullah SAW. Amin.

Seiring dengan terbitnya KMA Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah, maka Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menerbitkan buku teks pelajaran. Buku teks pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada madrasah terdiri dari; al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI dan Bahasa Arab untuk jenjang MI, MTs dan MA/ MAK semua peminatan. Keperluan untuk MA Peminatan Keagamaan diterbitkan buku Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadit, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf dan Bahasa Arab berbahasa Indonesia, sedangkan untuk peminatan keagamaan khusus pada MA Program Keagamaan (MAPK) diterbitkan dengan menggunakan Bahasa Arab.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komuniskasi di era global mengalami perubahan yang sangat cepat dan sulit diprediksi. Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada madrasah harus bisa mengantisipasi cepatnya perubahan tersebut di samping menjalankan mandat mewariskan budaya-karakter bangsa dan nilai-nilai akhlak pada peserta didik. Dengan demikian, generasi muda akan memiliki kepribadian, berkarakter kuat dan tidak tercerabut dari akar budaya bangsa namun tetap bisa menjadi aktor di zamannya.


Pengembangan buku teks mata pelajaran pada madrasah tersebut di atas diarahkan untuk tidak sekedar membekali pemahaman keagamaan yang komprehensif dan moderat, namun juga memandu proses internalisasi nilai keagamaan pada peserta didik. Buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab ini diharapkan mampu menjadi acuan cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, yang selanjutnya mampu ditrasnformasikan pada kehidupan sosial-masyarakat dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Pemahaman Islam yang moderat dan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kurikulum PAI di madrasah tidak boleh lepas dari konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila, berkonstitusi UUD 1945 dalam kerangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Eka. Guru sebagai ujung tombak implementasi kurikulum harus mampu mengejawanantahkan prinsip tersebut dalam proses pembelajaran dan interaksi pendidikan di lingkungan madrasah.

Kurikulum dan buku teks pelajaran adalah dokumen hidup. Sebagai dokumen hidup memiliki fleksibilitas, memungkinkan disempurnakan sesuai tuntutan zaman dan imlementasinya akan terus berkembang melalui kreatifitas dan inovasi para guru. Jika ditemukan kekurangan maka harus diklarifikasi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI c.q. Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) untuk disempurnakan.

Buku teks pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang diterbitkan Kementerian Agama merupakan buku wajib bagi peserta didik dan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran di Madrasah. Agar ilmu berkah dan manfaat perlu keikhlasan dalam proses pembelajaran, hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan kasih sayang dalam ikatan mahabbah fillah, diorientasikan untuk kebaikan dunia sekaligus di akhirat kelak.

Akhirnya ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan atau penerbitan buku ini. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang tidak akan terputus, dan semoga buku ini benar-benar berkah, dan manfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.


 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

 SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS 6

 

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

1.1 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.2 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Ampel dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.3 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Giri dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.4 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Bonang dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.5 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Drajat dalam mensyiarkan Islam

di Indonesia

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

tanggung jawab, santun, peduli, dUan JI PU

percaya diri dalam berinteraksi dengan

keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air

2.1 Menjalankan sikap tanggung jawab,

BpLercIaKya diri, toleran dan santun

2.2 Menjalankan sikap tanggung jawab,

percaya diri, toleran dan santun

2.3 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

2.4 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

2.5 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

3.1 Menganalisis biografi Sunan Maulana Malik Ibrahim dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3.2 Menganalisis biografi Sunan Ampel dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3.3 Menganalisis biografi Sunan Giri dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3.4 Menganalisis biografi Sunan Bonang dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3.5 Menganalisis biografi Sunan Drajat dan perannya dalam mengembangkan Islam


 

 

di Indonesia

4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.1 Mengorganisasi kembali peran Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.2 Mengorganisasi kembali peran Sunan Ampel dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.3 Mengorganisasi kembali peran Sunan Giri dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.4 Mengorganisasi kembali peran Sunan Bonang dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.5 Mengorganisasi kembali peran Sunan Drajat dalam mengembangkan Islam di Indonesia

 

SEMESTER GENAP 

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai

ajaran agama yang dianutnya UJI PU

1.6 Menghargai nilai-nilai positif dari peran

BSLunIanKKalijaga dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.7 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Muria dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.8 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Kudus dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

1.9 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Gunung Jati dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

 

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air

 

2.6 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

2.7 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun


 

 

2.8 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

2.9 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

 

 

 

3.6 Menganalisis biografi Sunan Kalijaga dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3.7 Menganalisis biografi Sunan Muria dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

 

 3.8 Menganalisis biografi Sunan Kudus dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3.9 Menganalisis biografi Sunan Gunung Jati dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4.6 Mengorganisasi kembali peran Sunan Kalijaga dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.7 Mengorganisasi kembali peran Sunan Muria dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.8 Mengorganisasi kembali peran Sunan Kudus dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.9 Mengorganisasi kembali peran Sunan Gunung Jati dalam mengembangkan Islam di Indonesia


PEMETAAN KOMPETENSI DASAR SEJARAH KEBUDAYAN ISLAM MI KELAS 6

SEMESTER GANJIL

NO

MATERI

KOMPETENSI DASAR

1

Maulana Malik Ibrahim

1.1 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.2 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.3 Menganalisis biografi Sunan Maulana Malik Ibrahim dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.4 Mengorganisasi kembali peran Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia

2

Sunan Ampel

1.2 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan

Ampel dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

U2.2JIMePnjUalaBnkaLn sIiKkap tanggung jawab, percaya diri,

toleran dan santun

3.2 Menganalisis biografi Sunan Ampel dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.2 Mengorganisasi kembali peran Sunan Ampel dalam mengembangkan Islam di Indonesia

3

Sunan Giri

1.3 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Giri dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.3 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.3 Menganalisis biografi Sunan Giri dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.3 Mengorganisasi kembali peran Sunan Giri dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4

Sunan Bonang

1.4 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Bonang dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

 

 

2.4 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.4 Menganalisis biografi Sunan Bonang dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.4 Mengorganisasi kembali peran Sunan Bonang dalam mengembangkan Islam di Indonesia

5

Sunan Drajat

1.5 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Drajat dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.5 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.5 Menganalisis biografi Sunan Drajat dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.5 Mengorganisasi kembali peran Sunan Drajat dalam mengembangkan Islam di Indonesia

USEJMIEPSTUERBGLENIAKP

6

Sunan Kalijaga

1.6 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.6 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.6 Menganalisis biografi Sunan Kalijaga dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.6 Mengorganisasi kembali peran Sunan Kalijaga dalam mengembangkan Islam di Indonesia

7

Sunan Muria

1.7 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Muria dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.7 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.7 Menganalisis biografi Sunan Muria dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia


 

 

4.7 Mengorganisasi kembali peran Sunan Muria dalam mengembangkan Islam di Indonesia

8

Sunan Kudus

1.8 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Kudus dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.8 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.8 Menganalisis biografi Sunan Kudus dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.8 Mengorganisasi kembali peran Sunan Kudus dalam mengembangkan Islam di Indonesia

9

Sunan Gunung Jati

1.9 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Gunung jati dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.9 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

U3.9JIMPenUganBalisLis IbKiografi Sunan Gunung Jati dan perannya dalam mengembangkan Islam di

Indonesia

4.9 Mengorganisasi kembali peran Sunan Gunung Jati dalam mengembangkan Islam di Indonesia


BAB 1


Agama Islam masuk ke Nusantara,tepatnya di pulau Jawa diperkirakan abad ke-7 M sekitar tahun 674 M hingga 1433 M. Dalam rentan waktu sekitar delapan ratus tahun, agama Islam belum tersebar luas, dan hanya dianut oleh sebahagian kecil penduduk Nusantara, meskipun para saudagar sudah mulai berdatangan sejak 674 M. membangun jalur hubungan dagang, namun meluasnya Islam ke berbagai pelosok Nusantara setelah kemunculan para penyebar Islam yang dikenal dengan sebutan Wali Songo.

Wali Songo berasal dari kata wali dan songo, berarti sembilan wali. Istilah Wali Songo dikaitkan dengan lembaga dakwah yang berisi tokoh-tokoh penyebar Islam dalam usaha mereka mengembangkan Islam secara terorganisasi pada abad ke-15 dan 16 masehi. Para penyebar Islam yang disebut wali songo yaitu: Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Para mubalig ini

menyebarkan  Islam  dengaUn  JcaIra-PcarUa  dBamLai,IKsantun,  toleran dan  dapat

menyesuaikan diri dengan adat-adat lokal penduduk Nusantara sehingga ajaran Islam diterima baik oleh masyarakat.

Di luar Jawa, pada abad ke-17 dan 18 muncul para tokoh yang mempunyai peran dalam mengembangkan Islam, seperti ; Hamzah al-Fansuri ( w. 1590), Syaikh Nuruddin Al Raniri ( w.1658), Syaikh ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili (w.1693 ), Syamsuddin Al Sumatrani ( w. 1630) di Aceh, Sultan Alaudin Al Makasari (1639) dan Syaikh Yusuf Al-Makasari ( w.1699) di Sulawesi, Syaikh Abdus Somad Al-Falembani (w. 1789) di Palembang, Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari ( w. 1812 ) di Kalimantan , Syekh Nawawi al-Bantani (1813-1879) di Banten. Begitu pula di Nusa Tenggara Barat, muncul tokoh-tokoh penting yang mengembangkan Islam seperti Syaikh Abdul Ghani Al-Bimawi, hingga berkembangnya sejumlah pesantren di Lombok oleh tokoh-tokoh penting, seperti; Tgh.Saleh Hambali ( w. 1968), Tgh. Muhammad Zainuddin Abdul Majid ( w.1997) dan Tgh.Ibrahim Al-Khalidi ( w.1993), dan tokoh lainnya.


 

NO

Cuplikan Kisah

Nilai Yang Terkandung

 

 

 

 

 

 

1.

U

Maulana Malik Ibrahim datang dari Kashan ( sekarang masuk wilayah Iran) tempat jauh melalui perjalanan laut, untuk mewujudkan cita-citanya menyebarkan Islam di Nusantara. Atas Jasa dan pengabdiannya ia selalu dikenang masyarakat.

 

........................................................................

 

........................................................................

 

........................................................................

 

........................................................................

 

 

 

 

2.

 

 

Makam Maulana Ibrahim tak pernah sepi dari penziarah untuk berdoa. Mereka datang dari tempat yang jauh untuk berziarah.

 

 

........................................................................

 

........................................................................

 

........................................................................

A. BIOGRAFI MAULANA MALIK IBRAHIM

           Sunan Maulana Malik Ibrahim disebut juga Sunan Gersik, berasal dari Kashan, Persia. Ia dikenal dengan nama kakek Bantal. Silsilah keturunannya tersambung dengan Nabi Muhammad Saw. melalui Fatimah az-Azhra dan Ali bin Abi Thalib dari jalur Husain bin Ali.

Pada tahun 1371 M. Sunan Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa dengan saudaranya Maulana Mahpur, Sayid Yusuf Mahrabi, dan 40 orang pengiring. Mereka datang ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam sambil berdagang. Desa Sembalo menjadi daerah yang pertama kali dituju, sebuah tempat dekat desa Leran, Kabupaten Gresik, sekitar 9 kilometer dari arah utara Kota Gresik. lokasinya tidak jauh dari makam Fatimah binti Maimun (w. 475 H/1082 M).


        Dalam menyiarkan agama Islam, Sunan Maulana Malik Ibrahim mula-mula dengan berdagang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah di tempat terbuka, dekat pelabuhan yang berlokasi di desa Rumo. Setelah merasa dakwahnya cukup berhasil di desa Sembalo , ia pindah ke Kota Gresik, dan tinggal di desa Sawo. Selang beberapa lama, ia mulai menyiarkan Islam ke kalangan Istana Majapahit. Kemudian mendatangi Raja Majapahit dan menyampaikan kebenaran agama Islam, tapi sang Raja belum menerima ajakannya, namun memberikan penghargaan dengan memberikan sebidang tanah di pinggiran kota Gresik yang kemudian dikenal dengan desa Gapura. Di tempat inilah Sunan Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren dan menyampaikan kebenaran Islam kepada masyarakat.

        Sunan Maulana Malik Ibrahim wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 822 H/ 8 April 1419. Tanggal wafatnya tertera pada prasasti makamnya di desa Gapura, Kota Gresik, Jawa Timur.

A. Jawablah pertanyaan di bawah !

1. Siapakah tokoh penyebar Islam yang disebut Wali Songo !

2. Mengapa Maulana Malik Ibrahim mudah diterima masyarakat Jawa?

3. Bagaimana upaya Maulana Malik Ibrahim menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan ?

4. Apa peran penting Maulana Malik Ibrahim dalam meyebarkan Islam di Indonesia ?

5. Mengapa seorang Da’i harus santun dan toleran dalam berdakwah?

B. Tanggapilah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan jujur, sesuai apa yang kamu pahami dari pelajaran ini !

 

No

 

Pernyataan

Jawaban

 

Alasan

S

TS

TT

1.

Aku bertanggung jawab melanjutkan dakwah Islam walaupun hanya menyampaikan satu ayat

 

 

 

 

2.

Aku berdagang dengan jujur dan berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada semua orang

 

 

 

 

3.

Aku bersikap toleran dengan tetangga yang berbeda keyakinan

 

 

 

 

4

Temanku menganggap Wali Songo hanya cerita fiktif , walaupun melihat langsung bukti sejarahnya

 

 

 

 

5

Aku senang mendo’akan para Wali sebagai penghormatan atas jasa mereka

 

 

 

 

S= Setuju TS = Tidak Setuju TT= Tidak Tahu

No

 

Pernyataan

     Jawaban

 

Alasan

S

TS

TT

1.

Aku bertanggung jawab melanjutkan dakwah Islam walaupun hanya menyampaikan satu ayat

 

 

 

 

2.

Aku berdagang dengan jujur dan berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada semua orang

 

 

 

A. Peran Maulana Malik Ibrahim dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Dalam melakukan dakwah Islam di daerah Gresik dan sekitarnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M ) mempunyai  peran penting dalam mengembangkan  Islam

khususnya di pulau Jawa, yaitu:

1. Mengembangkan Islam Melalui Jalur Perdagangan

   Maulana Malik Ibrahim memulai aktivitas dakwahnya dengan berdagang di tempat terbuka yang berlokasi di desa Rumo, dekat pelabuhan. Ia menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok dengan harga murah dan terjangkau oleh masyarakat. Pergaulannya yang didasari akhlak mulia penuh keramahan, kesantunan, dan toleran dalam keseharian menjadikan masyarakat mudah tertarik untuk memeluk agama Islam. Pilihan lokasi dakwah dekat pelabuhan, berhubungan erat dengan aktifitas dagang yang  berada di daerah pesisir pantai yang menjadi pusat kegiatan ekonomi.

Dengan demikian Maulana Malik Ibrahim banyak berintraksi dengan para pedagang yang berada di wilayah Jawa dan daerah lainnya.

2. Mendakwahkan Islam kepada keluarga Kerajaan Majapahit

    Setelah membentuk komunitas muslim di Pesucinan, dan berada dekat dengan daerah pelabuhan pantai utara Gresik, Sunan Gresik berkesempatan menyampaikan dakwah Islam  bersamaan dengan aktifitas perdagangan . Ia menyampaikan  dengan penuh kesantunan dan akhlak mulia. Satu per satu pemeluk Islam terus bertambah dari hari ke hari. Setelah merasa dakwahnya berhasil di Sembalo, Sunan Gresik pindah ke kota Gresik, dan tinggal di desa Sawo.

    Dakwahnya pun merambah pada keluarga kerajaan Majapahit yang saat itu dipimpin Raja Brawijaya. Kedatangannya ke pusat kerajaan disambut baik, walaupun Sang Raja belum bersedia memeluk Islam. Karena adanya hubungan baik dengan kerajaan dalam hubungan dagang, Maulana Malik Ibrahim diangkat menjadi syahbandar di Gresik dan diperbolehkan menyebarkan agama Islam di Gresik. Raja Brawijaya memberikan hadiah sebagai penghargaannya terhadap Maulana Malik Ibrahim dengan sebidang tanah di pinggiran Kota Gresik. Tempat ini kemudian dikenal dengan Desa Gapura.

        Hubungan baik Sunan Maulana Malik Ibrahim dengan keluarga kerajaan dengan menunjukkan sikap santun, arif dan bijaksana, mengantarkannya diangkat menjadi penasehat raja, serta menjadi guru para pangeran. Dakwah Maulana Malik Ibrahim kepada keluarga raja Majapahit yang sedang mengalami masa kemunduran,

dibuktikan dengan adanya tulisan yang terukir dalam bahasa Arab, menjelaskan kedudukannya dalam keluUargJIkerPajaUan.BDaLri dIaKkwahnya, Islam terus berkembang di

berbagai kalangan.

1. Mendirikan Masjid dan Pesantren

             Seiring waktu, masyarakat Gresik semakin tertarik memeluk Islam karena sosok Maulana Malik Ibrahim yang santun, dermawan dan toleran. Kondisi ini mendorongnya membangun Masjid Pesucinan, kini dikenal dengan Masjid Maulana Malik Ibrahim, terletak di desa Leran, Kecamatan Manyar, wilayah pesisir utara Gresik. Masjid Pesucinan selain sebagai tempat ibadah digunakan juga sebagai tempat pembinaan mubalig, santri dan masyarakat, bahkan di tempat ini pula lahirnya pesantren pertama di Nusantara.


 Maulana Malik Ibrahim tidak hanya mengajarkan agama tapi pengetahuan tentang tehnik irigasi persawahan, dan tambak yang bertujuan memajukan ekonomi masyarakat pesisir di sekitar pantai utara Gresik.

A. Sikap Positip Dalam Pribadi Maulana Malik Ibrahim

Dalam perjuangannya menyebar dan mengembangkan dakwah Islam, Sunan Maulana Malik Ibrahim menyampaikan ajaran Islam melalui sikap positip yang dapat diteladani, diantaranya:

1. Melakukan dakwah secara bertahap atau tadriji. Dalam dakwahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengajarkan agama Islam secara bertahap, tidak ada ajaran agama yang diberlakukan secara mendadak, semuanya melalui proses penyesuaian.

2. Gigih dan tangguh dalam berdakwah. Kegigigihan dan ketangguhan dalam menyebarkan agama Islam terbukti dari perjalanan jauh, merantau dari tanah kelahirannya Kashan ( sekarang masuk wilayah Iran) menuju tanah Jawa melalui jalur laut yang melelahkan.

3. Santun dan dermawan dalam berdakwah. Sikap ini ditunjukkan ketika berdagang dengan menggelar pasar murah, dan selalu berbagi kepada fakir miskin. Kekayaaannya diperuntukkan untuk berdakwah di jalan Allah Swt.

4. 
Toleran dan selalu menjalin hubungan baik antar sesama. Hubungan baik yang ditunjukkan pada masyarakat luas dan penguasa Majapahit menjadikannya sosok guru yang dibanggakan dan menghantarkannya diangkat menjadi penasehat raja dan menteri Kerajaan Majapahit pada masanya.


1. Maulana Malik Ibrahim menjalin hubungan baik dengan Raja Brawijaya walupun sang Raja belum bersedia masuk Islam, bahkan dia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Pesan apa yang kamu bisa ambil dari sikap ini jika kamu bertetangga dengan orang yang berbeda keyakinan ?

2. Maulana Malik Ibrahim selain sebagai penyebar Islam, dikenal juga sebagai seorang pengusaha bahkan menjadi syahbandar pelabuhan Gresik. Tenaga, pikiran dan hartanya diabdikan untuk perjuangan menyebarkan Islam. Apa yang ingin kamu lakukan jika kelak menjadi orang sukses dalam meneladi sikap Maulana Malik Ibrahim ? isilah kolom berdasarkan renunganmu !



Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS. Yunus :62)

1) Sunan Maulana Malik Ibrahim, atau Sunan gresik, berasal dari Kashan, Persia. datang ke pulau Jawa abad ke-14 tahun 1371 M untuk menyebarkan agama Islam

2) Penyebaran Islam dilakukan melalui jalur perdagangan dimulai dari masyarakat pesisir pantai utara, dan hubungan dagang dengan Majapahit.

3) Maulana Malik Ibrahim diangkat sebagai syahbandar di Gresik dan dijadikan sebagai penasehat kerajaan Majapahit.

4) Diantara peran penting Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam mengembangkan Islam di Indonesia, yaitu:

§ Menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan

§ Mendakwahkan Islam kepada keluarga kerajaanMajapahit

§ Membangun masjid dan pesantren sebagai pusat dakwah Islam

  

 

 

 


 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Tuliskan bukti-bukti sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam kolom isian berikut ini !

 

 


A. Sikap Positip Dalam Pribadi Maulana Malik Ibrahim

Dalam perjuangannya menyebar dan mengembangkan dakwah Islam, Sunan Maulana Malik Ibrahim menyampaikan ajaran Islam melalui sikap positip yang dapat diteladani, diantaranya:

1. Melakukan dakwah secara bertahap atau tadriji. Dalam dakwahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengajarkan agama Islam secara bertahap, tidak ada ajaran agama yang diberlakukan secara mendadak, semuanya melalui proses penyesuaian.

2. Gigih dan tangguh dalam berdakwah. Kegigigihan dan ketangguhan dalam menyebarkan agama Islam terbukti dari perjalanan jauh, merantau dari tanah kelahirannya Kashan ( sekarang masuk wilayah Iran) menuju tanah Jawa melalui jalur laut yang melelahkan.

3. Santun dan dermawan dalam berdakwah. Sikap ini ditunjukkan ketika berdagang dengan menggelar pasar murah, dan selalu berbagi kepada fakir miskin. Kekayaaannya diperuntukkan untuk berdakwah di jalan Allah Swt.

4. 
Toleran dan selalu menjalin hubungan baik antar sesama. Hubungan baik yang ditunjukkan pada masyarakat luas dan penguasa Majapahit menjadikannya sosok guru yang dibanggakan dan menghantarkannya diangkat menjadi penasehat raja dan menteri Kerajaan Majapahit pada masanya.






                                                                                 BAB II

A. Biografi Sunan Ampel

 

Sunan Ampel, dikenal dengan Raden Rahmat, nama aslinya Sayid Ali Rahmatullah, ayahnya bernama Syaikh Ibrahim As-Samarqandi, seorang ulama asal Samarkand, Asia Tengah. Ibunya seorang putri raja bernama Candrawulan dari kerajaan Campa, Kamboja. Sedangkan silsilah keturunannya bersambung sampai Rasulullah Saw. melalui jalur Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Saw.

Raden Rahmat datang ke pulau Jawa bersama ayah dan saudara tuanya Ali Murtadho, dan Raden Burereh yang sebelumnya tinggal di Campa. Mereka datang bersama sejumlah kerabat. Kedatangannya ke pulau Jawa diperkirakan tahun 1440 M, atas undangan Prabu Sri Kertawijaya (w.1451 M) Raja Kerajaan Majapahit, untuk memperbaiki prilaku masyarakat Majapahit yang konon saat itu mengalami kemunduran dan kemerosotan moral. Kedatangan rombongan ke Majapahit juga dikarenakan adanya hubungan keluarga antara ibunya dan istri Sri Prabu Kertawijaya, Dewi Darawati, yang berasal dari Campa.

Setelah beberapa lama, Raden Rahmat menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri Tumenggung Arya TejaU, bJupIatiPTUubaBn yLangIKjuga cucu Arya Lembu Sura, Raja

Surabaya yang muslim. Dari pernikahannya, lahir anak dan cucu yang menjadi generasi penerus dakwahnya dalam menyebarkan Islam. Begitu pula hubungan kekerabatannya dengan penguasa Surabaya, Arya Lembu Sura, pada gilirannya membawa Raden Rahmat menjadi bupati, penguasa Surabaya. Kedudukan ini memberikan peluang baginya melakukan penyebaran Islam secara leluasa dan merintis pembangunan kota Surabaya. Kondisi ini didukung pula dengan keberadaan Raja Majapahit, Sri Prabu Kertawijaya ( 1447 – 1451 M) sebagai Maharaja Majapahit yang menaruh perhatian besar dengan perkembangan agama Islam.

Dalam perjalanan dakwahnya, Sunan Ampel membangun masjid dan pesantren dan menjadikannya sebagai pusat pengkaderan mubalig yang disebar ke daerah lain di pulau Jawa. Gelar Sunan atau susuhunan yang diperuntukkan pada Raden rahmat diberikan karena kedudukannya sebagai Raja ( Bupati) Surabaya, dan sebagai guru suci di dukuh Ampel yang memiliki kewenangan melakukan baiat bagi para santrinya.

Sunan Ampel wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di samping Masjid Ampel, Kota Surabaya.




Carilah informasi tentang keluarga, anak atau menantu Sunan Ampel yang menjadi penyebar Islam, lalu jelaskan hubungan kekeluargaannya dengan Sunan ampel








Apa yang kamu ketahui tentang peran Sunan Ampel ? bagaimana agama Islam bisa menyebar dari dakwah Sunan Ampel ? Untuk lebih jelas tentang peran Sunan Ampel dalam mengembangkan Islam di Indonesia, kalian dapat mempelajari uraian berikut ini.

A. Peran Sunan Ampel dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Dalam melakukan dakwah Islam di daerah Jawa, Sunan Ampel punya peran penting dalam pengembangan syiar Islam, yaitu :

1. Membentuk Jaringan Kekerabatan Dalam Menyebarkan Islam

Dalam mengembangkan agama Islam, Sunan Ampel punya peran penting dalam membentuk jaringan kekerabatan melalui perkawinan para penyebar Islam dengan putri-putri penguasa bawahan Majapahit. Strategi inilah yang menjadikan Islam lambat laun semakin kuat dan mendapatkan dukungan para penguasa. Sebagaimana Rasulullah Saw. menguatkan Islam lewat pernikahannya dengan istri- istri beliau yang berlatar belakang dari berbagai suku dan agama.

Diantara penyiar Islam yang punya hubungan kekerabatan dengan penguasa

Majapahit, diantaranya:

a) Raden Rahmat menikahkan Raden Usen dengan putri Arya Baribin, Adipati Madura. Raden Usen adalah seorang mubalig asal Rusia Selatan dekat Samarkand yang cukup lama ditugaskan sebagai imam dan mengislamkan masyarakat Sumenep, Madura

b) Syaikh Waliyul Islam menikah dengan Putri Retno Sambodi, anak penguasa Pasuruan, Lembu Mirudha atau dikenal dengan Mbah Gunung Bromo.

c) Syaikh Maulana Garib dinikahkan dengan Niken Sundari, putri Patih Majapahit bernama Mahodara.

d) Putri SunanAmpel, Adik Mas Murtosiyah dinikahkan dengan santrinya Raden Paku atau dikenal dengan Sunan Giri, begitu pula putrinya Mas Murtosimah dinikahkan dengan Raden Patah yang menjabat Adipati Demak.

Hubungan dan jaringan kekeluargaan antar penguasa dan penyebar Islam menjadikan agama Islam cepat meluas di berbagai daerah melalui peran para Wali Songo.

1. Melakukan Perubahan Menuju Tradisi Bernilai Keislaman

Masyarakat pesisir utara Jawa adalah masyarakat yang hidup dalam tradisi dan budaya yang turun temurun. Dalam dakwahnya, Sunan Ampel membawa ajaran Islam yang disampaikan dengan cara-cara damai, moderat, toleran dan menyesuaikan tradisi masyarakat yang telah ada mengandung nilai-nilai Islam.

Sebelum kedatangan para penyiar Islam, orang-orang Majapahit mengenal upacara peringatan terhadap orang mati, disebut sraddha , sebuah upacara peringatan atas kematian seseorang pada tahun ke-dua belas. Setelah kedatangan penyiar Islam Campa yang dipelopori Sunan Ampel, penduduk Majapahit mulai memperingati tradisi kenduri, dan memperingati kematian seseorang pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000. Dalam prakteknya, masyarakat berkumpul mendatangi keluarga yang ditinggal, lalu acara diisi dengan zikir, tahlildan doa. Tradisi keagamaan ini, bukanlah berasal dari ajaran Hindu-Budha, tetapi merupakan tradisi keagamaan muslim Campa yang dikenalkan Sunan Ampel.

 

2. Membangun Masjid dan Pesantren Sebagai Pusat Penyebaran Islam.

Masjid Ampel merupakanbangunan tempat ibadah yang menyimpan sejarah, didirikan pada tahun 1421 M. Arsitektur masjidnya memadukan arsitektur Hindu Budha dan khazanah Islam untuk kepentingan dakwah. Model atap tumpang pada masjid menggambarkan adanya akulturasi budaya Islam dan Hindhu-Budha. Tiang- tiang masjid masih kokoh hingga sekarang.

Selain membangun Masjid Sunan Ampel juga membangun pesantren, tempat mengajarkan murid-muridnya membaca Al-Qur’an, syariat dan tasawuf. Di tempat ini pula, ia mengkader para santri-santri yang akan melanjutkan dakwahIslam, diantaranya: Sunan Giri, Raden Patah, Raden Kusen, Sunan Bonang, Raden Kusen dan Sunan Derajat.

Ajarannya yang banyak dikenal adalah falsafah limo atau tidak melakukan lima hal: a) moh main atau tidak berjudi, b) moh ngombe atau tidak mabuk-mabukan, c) moh maling atau tidak mencuri, d) moh madat atau tidak mengisap candu, dan e) moh madon atau tidak berzina.


 

Kamu sudah mengetahui bagaimana Sunan Ampel melakukan perubahan tradisi keagamaan dengan memasukkan nilai-nilai keislaman.

§ Carilah tradisi daerahmu yang sudah dimasukkan nilai-nilai keislaman !

§ Diskusikan tradisi keagamaan di tempat tinggalmu atau daerah terdekat!

§ Analisilah secara bersama-sama bagaiman tradisi-tradisi yang ada di daerahmu memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan menghargai keberagaman !

 

 

..................................................................................................

 


 

 

.........................

........................

..................................................................................................

..................................................................................................

..................................................................................................

..................................................................................................

U.....J....I.....P.....U......B......L.....I...K...........................................................


 

 

 

 


A. Sikap Positip Dalam Pribadi Sunan Ampel

 

Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Ampel patut menjadi teladan dalam sikap positip yang ditunjukkan. Diantaranya:

1. Berdakwah dengan santun penuh kearifan, dengan tanpa caci maki terhadap pendapat dan agama lain. Kisah teladan menarik ketika Sunan Ampel mengajak Prabu Brawijaya V ( Sri Prabu Kertawijaya ) memeluk Islam, meskipun akhirnya tidak memeluk agama Islam namun ia terkesan dengan ajaran agama Islam sebagai ajaran budi pekerti yang mulia.

2. Toleran dan selalu menjalin hubungan baik dengan semua kalangan. Menghadapi kebudayaan Jawa dan Nusatra yang sudah sangat tua, yang masih kental dengan tradisi Hindu-Budha dan agama Kapitayan ( agama asli nenek moyang orang-orang Nusantara) , Sunan Ampel secara perlahan melakukan perubahan tradisi, menggelar kegiatan-kegiatan yang bernilai islami.

3. Sosok pemimpin yang merangkul tanpa memandang kasta dan jabatan. Sosok Raden Rahmat bukan hanya pemimpin agama tetapi juga raja (bupati). Dua kepemimpinan

yang disandangnya membuUatnyJaIbePrgaUul dBengLanIsKiapa saja dari semua kalangan.

4. Seorang guru yang mendidik dengan penuh keihklasan dalam menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya, sehingg lahir generasi penyebar Islam ke penjuru Nusantara.

Perinsip dakwah yang disampaikan para Wali Songo seiring dengan ajaran agama yang menjunjung nilai-nilai akhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw.


 A. Ayo, Jawablah !

1. Bagaimana Sunan Ampel datang ke Pulau Jawa ?

2. Kenapa dakwah Sunan Ampel mudah diterima oleh penduduk pulau Jawa ?

3. Apa yang menyebabkan terjalinnya hubungan baik antara Sunan Ampel dan penguasa Majapahit Prabu Sri Kertawijaya?

4. Bagaiman peran penting Sunan Ampel dalam mengembangkan Islam di Indonesia, jelaskan?

5. Apa yang kamu pahami tentang dakwah dengan cara yang santun dan toleran ?

 B. Tanggapilah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan jujur sesuai apa yang kamu pahami dari pelajaran ini !

 

No

 

Penyataan

Jawaban

 

Alasan

S

TS

TT

1

Aku senang meneladani Wali Songo karena berdakwah dengan cara-cara damai

 

 

 

 

 

2

Aku melihat seorang teman melakukan kesalahan, maka kewajibanku menegurnya dengan kata santun dan bersahabat

 

 

 

 

3

Temanku menulis statusUdiJfaIcebPooUk yBangL

membuat tetangganya merasa sakit hati.

IK

 

 

 

 

4

Aku bertanggung jawab melanjutkan dakwah Islam yang ramah dan menghargai orang lain

 

 

 

 

 

5

Aku ingin menjadi pendidik yang melahirkan banyak ulama penyebar Islam di dunia

 

 

 

 

6

Temanku menyebarkan informasi hoax di WatsApp tanpa diteliti terlebih dulu.

 

 

 

 

S= Setuju TS = Tidak Setuju TT= Tidak Tahu


 

SUNAN GIRI (w. 1506 M)

 

KI ( Kompetensi Inti)

 

 

 

KOMPETENSI 1

 

( SIKAP SPRITUAL)

 

KOMPETENSI 2 ( SIKAP SOSIAL)

 

 

KOMPETENSI 3

 

( PENGETAHUAN)

 

 

KOMPETENSI 3

 

( KETERAMPILAN)

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,

teman, guru, dan tetangUganJyIa sPertaUBL

cinta tanah air

3.Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang

dirIinKya, makhluk

ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia


KD (Kompetensi Dasar)

 

 

KOMPETENSI 1

 

( SIKAP SPRITUAL)

 

KOMPETENSI 2 ( SIKAP SOSIAL)

 

 

KOMPETENSI 3

 

( PENGETAHUAN)

 

KOMPETENSI 3 (KETERAMPILAN)

1.3 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Giri dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.3 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.3Menganalisis biografi Sunan Giri dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.3 Mengorganisasi kembali peran Sunan Giri dalam mengembangkan Islam di Indonesia

 

 


 

 

 

Gambar 8 Situs Giri Kedaton, peninggalan Sunan Giri di Kec.Kebomas, Gresik Diambil dari https://www.dream.co.id/jejak/giri-kedaton-kerajaan-para-santri

Coba kamu perhatikan photo di atas ! Bangunan ini merupakan salah satu situs

peninggalan pusat pemerintahan dan pesantren Sunan Giri. Untuk lebih mengenal siapa Sunan Giri ,bagaimana perannyaUdaJlamI mPeUngeBmbaLngIkKan Islam di Indonesia, dan apa sikap

positif yang dapat diteladani dari sosok Sunan Giri, kalian dapat mempelajari penjelasan berikut ini.

 

A. Biografi Sunan Giri

 

Sunan Giri, nama aslinya Raden Paku, lahir 1442 M, ayahnya bernama Syaikh Maulana Ishak putra Syaikh Jumadil Kubro. Silsilahnya tersambung dengan Rasulullah Saw. melalui jalur Husein putra Sayidah Fatimah ra. Sedangkan ibunya, Dewi Sekardadu anak Raja Blambangan , Bhre Wirahbumi putra Maharaja Hayam Wuruk, ( penguasa Majapahit 1350-1389 M ).

Masa kecilnya diasuh oleh seorang saudagar kaya raya di Gresik, Nyi Ageng Pinatih. Pengasuhan Nyi Ageng Pinatih berawal dari seorang awak kapal yang menemukan peti tersangkut di kapal milik Nyi Ageng Pinatih yang sedang berlayar ke Bali. Bayi tersebut diserahkan kepada pemilik kapal, Nyi Ageng Pinatih. Kemudian bayi mungil diberikan nama Jaka Samudra dan dijadikan anak angkat.


Sewaktu Jaka Samudra masih dalam kandungan ibunya, Syaikh Maulana Ishak diusir oleh mertuanya, Bhre Wirahbumi lantaran ia tidak mau menerima ajakan Syekh Maulana Ishak untuk masuk agama Islam. Setelah Syekh Maulana Ishak pulang ke Pasai, Aceh, Dewi Sekardadu mengalami sakit hingga wafat setelah melahirkan putranya. Selang beberapa hari, terjadilah wabah penyakit di Gresik, Bhre Wirahbumi memerintahkan agar sang bayi_ cucunya sendiri_ di buang ke laut karena dianggap mendatangkan bencana dan akhirnya ditemukan oleh Nyi Ageng Pinatih.

Ketika berusia 7 tahun, Jaka Samudra dititipkan ke Pesantren Ampel Denta. Nama Jaka Samudra diganti menjadi Raden Paku oleh Sunan Ampel. Ia belajar berbagai disiplin ilmu agama, Alqur’an, Hadits, Fikih dan Tasawuf dengan pemahaman ahlussunnah wal jamaah di bawah asuhan Sunan Ampel. ,Karena kecerdasannya menyerap ilmu yang disampaikan Raden Paku diberikan gelar Maulana Ainul Yaqin.

Setelah beberapa tahun mengenyam pendidikan di Pesantren, Raden Paku berangkat ke Tanah Suci bersama Raden Mahdum Ibrahim ( putra Sunan Ampel). Saat melewati Aceh, mereka berdua menemui Syaikh Maulana Ishak, kemudian disarankan untuk memperdalam ilmu agama terlebih dahulu. Setelah beberapa tahun belajar mereka berdua disarankan kembali ke Jawa untuk mengabdi ke masyarakat. Kepulangannya ke Gresik bersama dua orang abdi, Syaikh Koja dan Syaik Grigis, sambil membawa pesan Syaikh Maulana Ishak agar kelak Raden Paku mencari lokasi yang jenis tanahnya sama dengan tanah yang diberikan sang Ayah.

Kepulangannya ke Gresik bersama dua orang abdi, Syaikh Koja dan Syaik Grigis, sambil membawa pesan Syaikh Maulana Ishak agar kelak Raden Paku mencari lokasi yang jenis tanahnya sama dengan tanah yang diberikan sang Ayah.Ia menikah dengan Mas Murtosiyah, putri Sunan Ampel, sehingga hubungannya dengan sang guru tidak sebatas santri dan kiai, melainkan hubungan mantu-mertua.

Sebelum membangun pesantren, Sunan Giri melakukan usaha-usaha dagang milik ibu angkatnya Nyi geng Pinatih. Ekspedisi perdagangan ia lakukan tidak hanya di wilayah Jawa, melainkan ke daerah-daerah lain, seperti Makasar. Ia melansungkan dakwah Islam sambil berdagang sampai akhirnya memutuskan untuk mendirikan pesantren.

Pendirian pesantren Giri Kedhaton bermula dari munajatnya selama 40 hari hingga teringat pesan ayahnya ketika bertemu di Pasai, Aceh. Akhirnya menemukan jenis tanah yang sama di sebuah perbukitan pada tahun 1480 M. yang diberikan nama  Giri,


dalam bahasa Sangsekerta berarti gunung. Seiring perkembangan Islam, Giri Kedathon tumbuh sebagai kota,dan pusat pemerintahan sekaligus pusat penyebaran Islam.

Makam Sunan Giri terletak di sebuah bikit di dusun Kedhaton, desa Giri Gajah, Kabupaten Gresik. Di pintu gapura tertulis tahun 1505 M, tahun pembangunan gapura makam. Perjuangan Sunan Giri dalam dakwahnya dilanjutkan oleh Pangeran Zainal Abidin atau Sunan Dalem, bergelar Sunan Giri II, dan puncak kejayaan Giri saat Sunan Prapen, cucu Sunan Giri naik tahta dakwah Islam dilanjutkan ke berbagai daerah Kutai, Goa, Sumbawa, Bima, Lombok, bahkan ke Maluku.

Sunan Prapen, cucu Sunan Giri, melanjutkan perjuangan kakeknya menyebarkan Islam ke wilayah Lombok abad ke-16. Dalam Babad Lombok disebutkan bahwa Sunan Prapen putra Sunan Ratu Giri ketika datang ke Lombok dalam rangka penyebaran agama Islam pertama kali mendarat di Salut lalu melanjutkan perjalanan ke Labuan Lombok.

Sunan Giri wafat pada awal abad XVI, dimakamkan di sebuah bukit di dusun Kedhaton, desa Giri Gajah, kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

 

UJI PUBLIK

Tahukah kamu perjalanan hidup Sunan Giri ? Cobalah isi kolom dibawah ini dengan

melengkapi peristiwa dalam biografi Sunan Giri yang kamu ketahui !

 

NO

URUTAN PERISTIWA

1

Sunan Giri atau Raden Paku lahir tahun 1442

2

 

3

Dihanyutkan ke Laut dan ditemukan Nyi Ageng Pinatih

4

 

5

Belajar di Pesantren Sunan Ampel

6

 

7

Berdakwah sambil membantu Nyi Ageng Pinatih berdagan

8

 


 

9

Diperkirakan wafat tahun 1505

 

 

Apa yang kamu yang ketahui tentang peran Sunan Giri ? bagaimana agama Islam bisa menyebar dari dakwah Sunan Giri ? Untuk lebih jelas tentang peran Sunan Giri dalam mengembangkan Islam di Indonesia, kalian dapat mempelajari uraian berikut ini.

B. Peran Sunan Giri dalam Perkembangan Islam di Indonesia

 

Dalam melakukan dakwah Islam di daerah Jawa, Sunan Giri punya peran penting dalam pengembangan syiar Islam, yaitu :

1. Berperan Sebagai Pemimpin Agama dan Penguasa Wilayah Giri

Keberadaan Bangsal Sri Manganti, Puri Kedhaton di Situs Giri Kedhaton, menjadi bukti sejarah bahwa Raden Paku bukan hanya ulama penyebar Islam, melainkan juga penguasa politik di wilayahnya. Gelar Prabu Satmata atau Sunan Giri, juga disematkan ke Raden Paku. Dalam bahasa Jawa Kuno Sunan Giri berarti RajaGiri. Usaha dakwah yaUng JdiIlakPukUan BlebLih ImKeluas dan leluasa karena memegang

kedudukan sebuah pemimpin. Sebagai bagian dari Dewan wali Songo, Sunan Giri bertugas membuat tatanan pemerintahan di Jawa, mengatur kalender perhitungan siklus perubahan hari, bulan, tahun, windu, menyesuaikan siklus pawukon serta merintis pembukaan jalan.

2. Mengambil Alih Fungsi Dukuh Menjadi Pesantren

Salah satu proses Islamisasi melalui pendidikan yang diperankan Sunan Giri adalah usaha mengambil alih lembaga pendidikan Syiwa-Budha yang disebut mandala, asrama, atau dukuh menjadi pesantren. Pada masa Majapahit dukuh dijadikan sebagai tempat pertapaan untuk mendidik calon pendeta, lalu oleh para Wali Songo dukuh diformat menjadi “pesantren” dan peserta didik yang belajar disebut santri. Kata santri berasal dari kata sashtri yang berarti orang suci yang mempelajari kitab suci. Dalam perjalanannya, Pesantren mengajarkan berbagai macam pengetahuan, agama, kebudayaan,Seni, ekonomi, politik, dsb

Kemasyhuran dan pengembaraan Raden Paku, saat muda dalam menjalankan usha dagang milik Nyi Ageng sambil menyebarkan Islam ke berbagai daerah menjadikan Sunan Giri dikenal luas hingga santrinya tidak hanya berdatangan dari pulau Jawa, bahkan dari Makasar, Lombok, Sumbawa, Sumbawa, Flores, Ternate, Tidore, dan Hitu. Persebaran santri dari berbagai penjuru daerah menunjukkan kemajuan dan perkembangan pesantren diminati masyarakat masa itu

1. Mengembangkan sistem pendidikan terbuka bagi masyarakat umum


Dalam dakwahnya, Sunan Giri tidak hanya mengembangkan sisitem pesantren yang diikuti santri-santrinya di berbagai daerah, melainkan mengembangkan pendidikan masyarakat secara  terbuka  dengan  menciptakan


berbagai jenis permainan anak-anak, yaitu:

a) Jelungan

b) Jamuran

c) Gendi-ge


Dan tembang-tembang permainan anak-anak, yaitu

a) Padhang Wulan

b) Jor

c) Gula-Ganti

d) Cublak-Cublek Suweng


Kedatangannya di tengah masyarakat dengan cara-cara unik memanfatkan

seni lokal menarik sempati dari berbagai tingkat usia menjadikan Islam semakin meluas.

2. Memanfaatkan Seni Pertunjukan sebagai Media Dakwah

 Pada masa Majapahit, pertunjukan di masyarakat berhubungan dengan ritual- ritual keagamaan Hindu-Budha yang berkaitan dengan tempat-tempat sakral, pilihan hari dan waktu, pemain terpilih, sesaji, dan busana khusus.

Seni wayang diperkirakan sudah ada di Nusanatara sejak tahun 930 M. Asli kebudayaan Jawa. Pertunjukan wayang merupakan pertunjukan ritual yang berasal dari cerita Ramayana dan Mahabrata. Pegelarannya dikaitkan dengan upacara spritual agar terhindar bencana-bencana bersifat gaib. Karena itu dalang diposisikan sebagai orang suci atau pendeta.


Melihat potensi dakwah dalam pertunjukan ini , Sunan Giri dan wali songo lainnya melakukan ambil alih seni pertunjukan

dan  mengembangkannya, dengan menyesuaikan dan menyelaraskan isi cerita dengan ajaran tauhid dalam Islam. Seperti menggelar pertunjukan wayang krucil dengan

pedoman  cerita  Menak,  yang  mengisahkan

kepahlawanan HamzahUJIpamPaUBNLabIK


Muhammad Saw. Pegelarannya pun disertai tata cara dan sopan santun yang baik jauh dari maksiat.


Pernahkah kalian melihat seni tradisional yang mengandung nilai -nilai keislaman di daerahmu ? coba diskusikan dengan teman-temanmu dengan mencari informasi tentang hal tersebut. Kemudian isilah kolom berikut setelah berdiskusi.

 

Seni Tradisional

.........................................................

........................................................

.......................................................

..........................................................

.........................................................

........................................................

.......................................................

..........................................................

........................................................

 

 

Kandungan


Nilai-Nilai Keislaman Dalam Seni Tradisioanl

...........................................................

...........................................................

.............................................................


..........................................................

..........................................................

..........................................................

..........................................................

.........................................................

.

.........................................................

........................................................

.......................................................

.........................................................

.

........................................................


A. Sikap positip dalam pribadi Sunan Giri

Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Giri patut menjadi teladan dalam sikap positip yang ditunjukkan, yaitu:

1. Santri cerdas, tekun, dan ulet dalam menuntut ilmu

 

Sejak anak-anak hingga tumbuh dewasa Raden Paku mengenyam pendidikan pesantren di Ampel Denta dan berguru kepada Syaikh Maulana Ishak, ayahnya saat singgah di Malaka, Aceh. Kecerdasannya diakui Sunan Ampel sehingga diberikan gelar Raden Ainul Yaqin

2. Toleran dan bijak dalam berdakwah

 

Dalam melaksanakan dakwahnya, Sunan Giri terkadang mendatangi masyarakat ke rumahnya dan berbicara empat mata untuk menyampaikan ajaran Islam, kemudian mengumpulkan mereka dalam acara-acara yang menjadi tradisi masyarakat seperti selamatan, lalu Sunan Giri memasukkan ajaran Islam sehingga lambat laun ajaran Islam diterima dengan baik tanpa paksaan.


3. Pemimpin yang mengayomUi rJakIyaPt

UBLIK


Dalam batu nisan Sunan Giri tertulis empat pedoman hidup yang dijalani sebagai pemimpin : a) berilah makan pada mereka yang lapar, b)berilah pakian pada mereka yang tidak menutup aurat, c) berilah payung pada mereka yang kehujanan, dan d) berilah tongkat pada mereka yang buta. Perinsip hidup diterapkan ketika menjadi pemimpin agama sekaligus pemimpin wilayah Giri. Ia sosok yang mampu mendamaiakna dunia keilmuan , politik dan spritual guna membangun peradaban dunia.

4. Seniman kreatif.

Kemampuan Sunan Giri menuangkan ide-ide kreatif dalammenyebarkan Islam melalui pendidikan dan seni budaya, telah menjadikannya senimanyang memanfaatkan seni untuk agama, kreasinya membuat permainan anak, membuat tembang yang berisi pesan-pesan moral, dan menambahkan lakon-lakon dalam seni wayang yang mengandung nafas keislaman. patut menjadi teladan yang patut dicontoh. Perinsip dakwah yang disampaikan para Wali Songo seiring dengan ajaran agama yang

menjunjung nilai-nilai akhlak mulia sebagaimana ya lurus

                   




                                                    BAB IV

SUNAN BONANG ( w. 1525 M)

 

KI ( Kompetensi Inti)

KOMPETENSI 1

( SIKAP SPRITUAL)

KOMPETENSI 2

( SIKAP SOSIAL)

KOMPETENSI 3 

( PENGETAHUAN)

KOMPETENSI 3

( KETERAMPILAN)

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

2.Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air

 

 

 

UJI PUBL

3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah   dan   tempat

bermain

IK

4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia


KD (Kompetensi Dasar)

KOMPETENSI 1

( SIKAP SPRITUAL)

KOMPETENSI 2

( SIKAP SOSIAL)

KOMPETENSI 3


( PENGETAHUAN)

KOMPETENSI 3

 

(KETERAMPILAN)

1.4 Menghargai nilai-nilai positif dari peran Sunan Bonang dalam mensyiarkan Islam di Indonesia

2.4 Menjalankan sikap tanggung jawab, percaya diri, toleran dan santun

3.4 Menganalisis biografi Sunan Bonang dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia

4.4 Mengorganisasi kembali peran Sunan Bonang dalam mengembangkan Islam di Indonesia


 

 

 

 

 

 



Amati dan ceritakan gambar berikut !

 


                                          Gambar 12, Sumber Masjid Sunan Bonang Dokumen Kemenag RI

Coba kamu perhatikan gambar masjid di atas ! Masjid ini merupakan salah satu peninggalan Sunan Bonang. Untuk lebih mengenal siapa Sunan Bonang dan perannya dalam mengembangkan Islam di IndoneUsia,JkaIliaPn dUapaBt mLemIpKelajari penjelasan berikut ini.


A. Biografi Sunan Bonang

 Sunan Bonang, nama aslinya Mahdum Ibrahim, putra keempat Sunan Ampel dari pernikahannya dengan Nyi Ageng Manila, putri Arya Teja, Bupati Tuban. Tokoh ini diperkirakan lahir pada tahun 1465. Silsilah keluarganya bersambung dengan Rasullah Saw lewat ayahnya, Sunan Ampel, sampai ke Saydina Husein bin Ali dan Fatimah putri Nabi Muhammad Saw.

Raden Mahdum Ibrahim belajar ilmu agama lansung kepada ayahnya, Sunan Ampel. Nyantri di Pesantren Sunan Ampel bersama Raden Paku, Raden Patah dan Raden Kusen . Ia juga mengeyam pendidikan agama di Aceh, berguru kepada Syaikh Maulana Ishak sewaktu singgah saat akan melakukan perjalanan haji ke tanah suci Makkah. Kecendrungan terhadap seni dan sastra membuatnya banyak belajar kesenian dan budaya Jawa, tentang kesusatraan Jawa, tembang-tembang jenis majapat yang populer masa itu kepada ibunya, seorang putri Bupati Tuban yang banyak memahami sastra Jawa

Mengawali dakwahnya, Raden Mahdum Ibrahim memasuki pedalaman Kediri, Jawa Timur, dengan mendirikan langgar ( mushalla) di tepi barat sungai Brantas, desa Singkal, Kabupaten Nganjuk. Gaya dakwah yang keras, seperti merusak arca yang dipuja penduduk menimbulkan konflik dan banyak tokoh yang memusuhi Sunan Bonang, terutama tokoh-tokoh ajaran Bhairawa-Tantra, Ki buto Lucoyadan Nyai Plencing. Dakwah Sunan Bonang belum mencapai keberhasilan, masyarakat Kediri masih belum menerima Islam hingga datang masanya Sunan Prapen tahun 1551 M.

Kegagalan dakwah Sunan Bonang di kediri, mengantarkannya pindah ke Demak atas panggilan Raja Demak, Raden Patah, yang mengangkatnya sebagai imam Masjid Demak. Namun tidak lama kemudian ia melepaskan jabatan sebagai imam , kemudian pindah ke Lasem dan mendirikan sebuah zawiyah, tempat khusus untuk beribadah, dan digunakan juga oleh para pengamal tasawuf sebagaitempat khalwat. Kemudian Pada usia 30 tahun, Sunan Bonang dijadikan Wali Negara Tuban yang mengurusi berbagai hal yang menyangkut agama Islam.


Sunan Bonang dikenal sebagai penyebar Islam yang mengusai ilmu fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur dan ilmu bela diri atau silat. Keluasan ilmunya dapat dilihat dari buku-buku sumber yang yang dijadikan rujukan dalam menulis Naskah Primbon Bonang. Naskah ini berisi ajaran tasawuf yang bersumber dari kitab-kitab klasik karangan ulama-ulama Sufi, seperti Imam Gazali, Abu Thalib Al-Makki, dan ulama-ulama lainnya.

Kemampuan Sunan Bonang sebagai dalang pertunjukan wayang, memberikannya kesempatan menyisipkan dakwah Islam melalui seni yang digemari penduduk pada zamannya. Ia mencoba menyempurnakan susunan musik gamelan dan menambahkan irama-irama lagu.

Selain sebagai tokoh penyebar Islam, sunan Bonang juga dikenal sebagai orang yang sangat pandai mencari sumber air di tempat –tempat sulit air. Masyarakat mengenalnya tokoh yang punya banyak kelebihan. sementara “kesaktian” yang ditunjukkan Sunan Bonang sebenarnya adalah karamah yang diberikan Allah SWT. Hidup tidak menikah atau membujang hingga akhir hayatnya

Sunan Bonang diperkirakan wafat tahun 1525 M, di makamkan di Tuban, sebelah barat alun-alun kota Tuban. Di dinding tembok makamnya hanya tertulis tahun pembangunan dinding menunjuk pada tahun 1689 M.

Tahukah kamu perjalanan hidup Sunan Bonang ? Cobalah isi kolom dibawah ini dengan mengurutkan peristiwa dalam biografi Sunan Bonang dengan menulis kembali peristiwanya berdasarkan bacaan di atas !

NO

Peristiwa ( secara acak)

Urutan Peristiwa

1

Mendalami ilmu agama kepada Syaik Maulana Ishak di Pasai, Aceh

 

2

Kegagalan dakwahnya di Kediri mengantarkannya pindah ke Demak dan diangkat sebagai imam masjid agung Demak

 

3

Belajar di Pesantren Sunan Ampel bersama Raden Paku, Raden Patah,

dan santri lainnya


4

Memperdalam ilmu agama kepada Syaikh Maulana Ishak bersama Raden Paku

 

 

Melakukan dakwah di pedalaman Kediri namun mendapatkan perlawanan.

 

5

Lahir 1965 M

 

6

Melakukan perjalanan menuju tanah suci lewat Aceh

 

7

Diangkat menjadi Wali Negara Tuban, mengurusi berbagai hal terkait agama Islam

 

8

Wafat  dan  dimakamkan  di  Tuban,

 

 

dekat alun-alun Kota Tuban.

 

9

Berdakwah melalui media wayang dan alat musik bonang

 

Apa yang kamu ketahui tentang peran Sunan Bonang ? bagaimana agama Islam bisa menyebar dari dakwah Sunan Bonang ? Untuk lebih jelas tentang peran Sunan Bonang dalam mengembangkan Islam di Indonesia, kalian dapat mempelajari uraian berikut ini.

B. Peran Sunan Bonang dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Dalam melakukan dakwah Islam di daerah Jawa, Sunan Bonang punya peran penting dalam pengembangan syiar Islam, yaitu

1. Mengembangkan dakwah Islam lewat seni dan budaya

Alat musik bonangUselJalIu dPigUunaBkanLunItuKk mengiringi pertunjukan wayang. Alat ini juga digunakan oleh aparat desa untuk mengumpulkan warga jika ada

informasi yang disampaiakan kepada masyarakat. Kondisi masyarakat yang menyukai pertunjukan wayang dimanfaatkan Sunan Bonang untuk menarik simpati masyarakatmemeluk Islam dengan memasukkan pesan-pesan dakwah Islam dalam pertunjukan.

 

 

Gambar 12 Alat Musik Bonang, Sumber: Dokumen Kemenag RI


Keahlian dan kemampuan Sunan Bonang memahami sastra jawa dan tampil sebagai dalang, turut berperan melakukan penyempurnaan dalam bertunjukan sbb:

a) meyempurnakan susunan gamelan

b) menambahkan lagu-lagu,

c) menambahkan ricikan, seperti ricikan kuda, gajah, harimau, garuda, kreta perang, dan rampongan)

d) menggubah tembang-tembang Jawa dan membuat berbagi jenis gending.

e) Penemu alat musik bonang

2. Memasukkan nilai-nilai keislaman pada tradisi masyarakat Jawa

Masyarakat Jawa mengenal ritual pancamakara dalamajaran tantrayana, yaitu sebuahupacara yang dilakukan dengan duduk mengelilingi makanan, di tengah-tengah dengan seorang Cakreswara ( imam) sebagai pemimpinya membacakan mantra- mantra. Melihat tradisi yang dilakukan masyarakat, Sunan Bonang mengisi tradisi ini dengan upacara kenduri atau selamatan dengan doa-doa Islam. Sebutan Anyakrawati ( pemimpin lingkaran cakra) diberikan kepada Sunan Bonang karena ikut meneruskan

tradisi dan mengubah isinya bernilai ajaran Islam

3. Menyebarkan dakwah melalui karya Sastra Suluk Wujil

Naskah Primbon adalah tulisan Sunan Bonang, memuat ajaran tasawuf yang mendalam. Tulisan ini merupkan hasil bacaannya yang bersumber dari kitab-kitab klasik, berisi ajaran Islam dan nasehat-nasehat para ulama yang merujuk tulisan ulama sebelumnya, seperti kitab Ihya’ ‘Ulm al-Din, karya Imam Al-Gozali, kitab Talkhis Al- Minhaj karangan Imam Nawawi, dan kitab-kitab lainnya. Selain itu, Sunan Bonang juga menulis tentang pengetahuan taswuf yang lebih mendalam yaitu karyanya berjudul Suluk Wujil, yang ditulis dalam sastra Jawa, berbentuk tembang. Karya ini masih tersimpan di perpustakaan Universitas Lieden, Belanda

C. Sikap positip dalam pribadi Sunan Bonang

 Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Ampel patut menjadi teladan dalam sikap positip yang ditunjukkan.

1. Penyebar Islam yang gigih dan ulet

Kegagalan Sunan Bonang berdakwah di Kediri karena melakukan dakwah dengan penedekatan yang cendrung keras membuatnya dimusuhi oleh tokoh-tokoh ajaran Bhairawa – Tantrana, Kondisi ini tidak membuat ia mundur mengembangkan dakwah Islam. Ia melakukan perubahan strategi dakwah melalui seni dan budaya yang digemari masyarakat. Sunan Bonang selalu mampu memanfaatkan peluang untuk mengajak seseorang manganut ajaran Islam.

2. Senimankreatif dan inovatif dalam mengembangkan media dakwah

 Sunang Bonang memahami sastra Jawa, ia menulis suluk berisi tembang yang berisi pesan-pesan ajaran Islam. Ia juga mengembangkan dakwah Islam lewat seni pertunjukan dan musikyang digemari masyarakan di zamannya. Kemampuan memainkan alat musik Bonang menarik perhatian masyarakat dan lambat laun mendekat untuk memeluk Islam

3. Toleran dalam dakwah

Kegagalannya berdakwah di Kediri dengan pendekatan keras membuat Sunan Bonang

merubah strategi dengan memahami tradisi yang sedang berlansungdi masyarakat dan memasukkan nilai-nilai keiUslamJaIPdalUam BrituLal IkeKagamaan tantrayana menjadi tradisi lingkaran kenduri atau selamatan yang didisi dengan pembacaan dzikir dan doa

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat

menjaga dirinya. ( Q.S Al-Taubah: 122)


Bila dikaitkan dengan tugas dakwah yang diemban Sunan Giri dalam mengembangkan Islam di Indonesia, maka banyak pesan dalam ayat tersebut yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. coba renubgkan dan tuliskan dalam kolom berikut !

 

§ 
Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang adalah putra keempat Sunan Ampel. Silsilah keluarganya bersambung dengan Rasullah Saw dari jalur Saydina Husein bin Ali dan Fatimah putri Rasulullah Saw.

§ Belajar ilmu agama di Pesantren Sunan Ampel dan memprdalam ilmunya kepada pamannya Syaikh Maulana Malik Ibrahim, di Aceh.

§ Berperan mengembangkan Islam di Indonesia, melalui;

Seni pertunjukan wayang, gamelan dan menciptakan alat musik bonang

Islamisasi tradisi masyarakat dengan memberikan nilai-nilai keislaman, seperti ritual pancamakara menjadi kenduri atau slametan

Karya sastra suluk wujil berisi tembang-tembang Jawa yang berisi pesan agama

§ Sikap positif dalam pribadi Sunan Bonang tercermin dalam pribadi sbb:

Sosok seniman kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dakwah islam melalui seni dan sastra

Gigih dan ulet dalam menjalankan dakwah Islam


Toleran dan bijaksana dalam mengembangkan islam di Indonesia

A. Ayo, Jawablah !

1. Apa pengaruh keluarga Sunan Bonang dalam perkembangan keilmuannya !

2. Mengapa Sunan Bonang mengalami kegagalan ketika menyebarkan Islam di Kediri ?

3. Apa tradisi yang diislamisasi oleh Sunan Bonang, jelaskan !

4. Bagaiman peran penting Sunan Bonang dalam mengembangkan Islam Di Indonesia, jelaskan!

5. Bagaimana Sunan Bonang berdakwah melalui seni dan karya sastra !

 

B. Tanggapilah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan jujur sesuai apa yang kami pahami dari pelajaran ini !

 

 

 

No

 

 

Penyataan

UJI PUBLI

Jawaban

Alasan

S

K

TS

TT

 

1

Saya senang meneladani Sunan Bonang yang gigih dan tekun dalam berdakwah.

 

 

 

 

2

Saya tidak memperdulikan tetangga yang ditimpa musibah

 

 

 

 

3

Saya menghargai perbedaan pendapat teman lain saat saat diskusi kelompok.

 

 

 

 

4

Saya berkewajiban mengingatkan teman yang buang sampah sembarangan

 

 

 

 

5

Saya harus berani menyampaikan pendapat saat diskusi di kelas.

 

 

 

 

S= Setuju TS = Tidak Setuju TT= Tidak Tahu

 

C. Ayo Praktikka

§ Ayo. Tulis ulang biografi  tentang peran Sunan Bonang dengan bahasamu sendiri ?

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/n3dNTdGtpT4?si=9qW8R02RLofwK0l8" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





                                                      BAB V

SUNAN DRAJAT (w. 1522 M)

 

KI ( Kompetensi Inti)

KOMPETENSI 1( SIKAP SPRITUAL)

 KOMPETENSI 2( SIKAP SOSIAL)

 KOMPETENSI 3( PENGETAHUAN)

 KOMPETENSI 3 (KETERAMPILAN)

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

2.Menunjukkan perilaku jujur,

disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam   berinteraksi

dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta ta

3.Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di

sekolah dan tempat bermain

4.Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang  jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan  yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

 

KD (Kompetensi Dasar)

Amati dan ceritakan gambar berikut !

Gambar 13 Komplek Makam Sunan Drajat, Sumber: Dokumen Kemenag RI


Sumber : m.tribunnews.com/regional/2014/09/22/situs-makam-sunan-drajat

 

Coba kamu perhatikan gambardi atas ! gambar ini merupakanlokasi makam Sunan Drajat. Untuk lebih mengenal siapa Sunan Drajat dan perannya dalam mengembangkan Islam di Indonesia, sertasikap positif yang dapat diteladani dari sosok Sunan Drajat, kalian dapat mempelajari penjelasan berikut ini.


 

A. Biografi Sunan Drajat

Sunan Drajat atau Raden Qasim adalah putra bungsu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, lahir tahun 1470 M. ia saudara kandung Raden Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Selain bernama Raden Qasim, dikenal juga dengan nama Maulana Hasyim, Raden Syarifudin, pangeran Kadrajat, dan Sunan Mayang Madu. Ibunya berdarah Jawa yang membuat pengetahuannya tentang bahasa, sastra dan budaya lebih dominan bercorak Jawa, seperti Sunan Bonang kakaknya, ia pun sangat pandai menggubah berbagai jenis tembang macapat pungkurberisi pesan-pesan

Islam.

Menginjak usia seUkolJahI, iPa bUelajBar LlanIgsKung kepada Sunan Ampel, ayahnya.

Kemudian Sunan Ampel mengirimnya ke Cirebon memperdalam ilmu agama kepada Sunan Gunung Jati. Kepergiannya nyantri di Cirebon mempertemukannya dengan sang istri, Dewi Sufiyah, putri Sunan Gunung Jati. Setelah menikahi Dewi Sufiyah, Raden Qasim tinggal di Kadrajat sehingga disebut Pangeran Kadrajat atau Pangeran Drajat. Setelah beberapa tahun berdakwah di Kadrajat Sunan Drajat kembali ke Ampel Denta, namun ayahandanya memintanya menyebarkan Islam di pesisir barat Gresik.

Berdasakan cerita tutur setempat, dikisahkan dalam perjalanan laut menuju Gresik, perahu yang ditumpangi Sunan Drajat dihantam gelombang besar dan pecah di tengah laut. Dengan pertolongan Allah, Sunan Drajat ditolong oleh ikan Cucut dan ikan Talang sampai mendarat di sebuah tempat bernama Jalag, desa Banjarwati. Kedatangannya pun di sambut baik oleh sesepuh kampung bernama kyai Mayang Madu dan Mbah Banjar. Ia pun mengajar dan menikah di Jalag, mendirikan Surau sebagai tempat mengaji dan mengajar agama Islam.

Dalam dakwahnya, Sunan Drajat dikenal sosok yang baik dalam berkomunikasi lewat kesenian. Ia dikenal juga sebagai sosok yang menyu

pertunjukan wayang dan sesekali tampil sebagai dalang seperti kakaknya Sunan Bonang. Lewat seni dan budaya Sunan Drajat menyampaikan ajaran Islam sehingga masyarakat menerima Islam dengan baik.

Di usia tua, Sunan Drajat tinggal di Dalem Wulur, sebuah tempat tinggi arah selatan dari desa Drajat. Di sinilah ia menghabiskan masa hidupnya untuk berdakwah. Terdapat sejumlah peninggalan yang terpelihara sampai sekarang, diantaranya singko mengkok yaitu seperangkat alat musik gamelan dan beberapa benda lainnya.

Sunan Drajat wafat pada tahun 1522 M, dimakamkan di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Apa yang kamu ketahui tentang peran Sunan Drajat ? bagaimana agama Islam bisa menyebar dari dakwah Sunan Drajat ? Untuk lebih jelas tentang peran Sunan Drajat dalam mengembangkan Islam di Indonesia, kalian dapat mempelajari uraian berikut ini.

B. Peran Sunan Drajat dalam PUerkJeImbPanUganBIsLlamIKdi Indonesia

Dalam mengembangkan Islam di daerah Jawa, Sunan Drajat punya peran penting dalam, diantaranya :

1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Dalam dakwahnya, Sunan Drajat dikenal dengan sosok yang berjiwa sosial, sangat peduli dengan kehidupan fakir miskin serta lebih mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sunan Drajat tidak hanya mengajarkan ilmu agama, melainkan mengajarkan tata cara membangun rumah, membuat alat-alat yang digunakan untuk memikul orang seperti tandu dan joli.

2. Menanamkan pendidikan akhlak

Dalam menyampaikan dakwah, masyarakat mengenal pepali pitu (tujuh dasar ajaran) yang mencakup tujuh falsafah hidup yang dijadikan pijakan dalam kehidupan. dilihat dari nasehat-nasehat dan petuah-petuahnya yang dikenal masyarakat sebagai pepali pitu menggambarkan sosoknya  yang  peduliterhadap masyarakat bawah,


dakwahnya sangatlah merakyat dan begitu membaur dengan masyarakat. Adapun

pepali pitu sebagai berikut:

a. Memangun resep tyasing sasama ( kita selalu membuat senang hati orang lain)

b. Jroning Suka kudu eling lan waspodo (dalam suasana gembira hendaknya tetap ingat Tuhan dan selalu waspada).

c. Laksitaning subrata tan nyipta marang pringga bayaning lampah ( dalam upaya mencapai cita-cita luhur jangan menghiraukan halangan dan rintangan)

d. Meper hardaning pancadriya (Senantiasa berjuang menekan gejolak nafsu-nafsu indrawi)

e. Heneng-Hening-Henung (Dalam diam akan tercapai keheningan, dan di dalam hening, akan mencapai jalan kebebasan mulia)

f. Mulyaguna Panca Waktu (Pencapaian kemulian lahir batin dicapai dengan menjalani shalat lima waktu)

g. 
Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe. Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan. (Berikan tongkat kepada orang buta. Berikan makan kepada orang yang lapar. Berikan pakaian kepada orang yang tak memiliki pakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang yang kehujanan.)

Ajaran-ajaran agama Islam disampaikan dengan kalimat-kalimat sederhana dan dipahami dan dijalani masyarakat. kedekatannya dengan masyarakat didukung oleh kemampuannya dalam menyampaikan dakwah lewat kesenian wayang. Ia juga dikenal mengubah sejumlah tembang dalam menyampaikan falsafah kehidupan kepada masyarakat. sesekali ia tampil sebagai dalang dan menyisipkan dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam lewat pertunjukan tersebut.

Perhatikan gambar samping !

Pernahkah kamu melihat Bedug di tempatmu ? benda ini salah satu peninggalan Wali Songo. Coba kamu cari informasi tentang bedug! Carilah perbedaan penggunaan bedug antara zaman sebelum dan sesudah berkembangnya di Indonesia .


 

 

Gambar 14, Bedug Peninggalan Sunan Drajat Sumber: Dokumen Kemenag RI

 

 

 

NO

Fungsi Bedug

 

Sebelum dakwah Wali Songo

Fungsi Bedug

 

Setelah dakwah Wali Songo

 

 

 

..............................................................................

 

 

............................................................................

..............................................

..............................................................

..............................................................................

............................................................................

..............................................................................

............................................................................

..............................................................................

............................................................................

..............................................................................

................................................................

..............................................................................

............................................................................

..............................................................................

............................................................................

..............................................................................

............................................................................

.............................................................................

.......................................................................


C.Sikap positip dalam pribadi Sunan Drajat

Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Drajat patut menjadi teladan dalam sikap positip yang ditunjukkan.

1. Merakyat dan peduli fakir miskin

Sebelum menyampaikan dakwah, Sunan Drajat mengawali dakwahnya dengan memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan kondisi masyarakat. Fakir miskin

menjadi perhatiannya saat berdakwah setelah kesejahteraan dapat dirasakan barulah Sunan Drajat memberikan pemahaman tentang ajaran Islam yang menekankan etos kerj, kerja keras, solidaritas sosial dan gotong royong. Sunan Drajat sosok yang dekat dengan masyarakat, bukan saja karena cara dakwahnya yang sederhana dan berorienasi kepada kesejahteraan, melainkan karena kemampuan komunikasinya lewat kesenian.

2. Seniman yang mendidik

Bagi Wali Songo, seni dijadikan media dakwah untuk menyampaikan ajaran Islam. Ia mampu menggubah sejumlah tembang dan tampil sebagai dalang dalam pertunjukan wayang. Penanaman akhlak lewat lakon-lakon wayang menjadikan masyarakat menyerap nilai-nilai Islam lewat pertunjukan yang mereka gemari.

3. Berdakwah dengan arif dan bijaksana

 

Dalam menghadapi masyarakat yang masih mempertahankan tradisi Jawa yang melekat dalam keseharian, Sunan Drajat menyikapinya dengan arif dan bijaksana dengan melakukan komunikasi yang baik, mempertahankan tradisi yang ada selama tidak bertentangan dengan nila-nilai agama, bahkan menambahkan tradisi yang ada denganUnilJaiI-niPlaiUajarBan LIslaImK


dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. ( Q.S Al-Nisa: 9)


 

1. Sunan Drajat atau Raden Qasim, putra bungsu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, lahir tahun 1470 M. ia bersaudara kandung dengan Raden Mahdum Ibrahim.

2. Raden Qasim belajar ilmu agama kepada ayahnya, Sunan Ampel, dan mendalaminya kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon.

3. Dalam mengembangkan Islam di Indonesia, Sunan Drajat berperan penting dalam hal-hal sbb:

§ Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

§ Menanamkan pendidikan akhlak lewat pepali pitu

4. Teladan dari sikap Drajat yang diteladani antara lain:

§ Merakyat dan peduli fakir miskin

§ Seniman mendidik yang menjadikan seni untuk dakwah

§ Menyebarkan Islam dengan arif dan bijaksana.

 


 

Ayo Berlatih... 

A. Ayo, Jawablah !

1. Bagaimana hubungan silsilah Sunan Drajat dengan Sunan Giri ?

2. Bagaimana Sunan Drajat mengenyam pendidikan agama ?

3. Apa falsafah hidup Sunan Drajat yang dikenal luas di masyarakat ?

4. Bagaimana peran Sunan Drajat dalam mengembangkan Islam di Indonesia ?

5. Apa teladan yang dapat diambil dari sikap pribadi Sunan Drajat 

B. Tanggapilah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan jujur sesuai apa yang kamu pahami dari pelajaran ini dengan memberikan ceklis ( ) disertai alasan !

 

No

 

Pernyataan

Jawaban

 

Alasan

S

TS

TT

 

1

Saya senang meneladani sikap Sunan Drajat yang selalu membuat senang hati orang lain

 

 

 

 

 

2

Saya bercita-cita ingin menjadi pemimpin masa depan yang mensejahterakan rakyat

 

 

 

 

 

3

Saya suka kesenian tradisional yang mengandung mengandung pesan santun

 

 

 

 

 

4

Saya tidak suka pemimpin yang merakyat dan dekat dengan masyarakat


 

 

 

5

Saya tetap menghargai orang lain yang berbeda keyakinan

 

 

 

 

S= Setuju TS = Tidak Setuju TT= Tidak Tahu

 

C. Ayo Praktikkan

§ Ceritakan kembali kisah Sunan Drajat kembali ke Gresik ditolong ikan !

                                       LATIHAN SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER I

I. Berilah tanda silang ( X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar !

1. Agama Islam masuk ke pulau Jawa diperkirakan abad ke - ...

a. 6

b. 7

c. 8

d. 9

2. Sejak abad ke-7 hingga abad ke-14 agama Islam belum berkembang di Indonesia, meskipun para penyebar Islam sudah berdatangan ke Nusantara. Hal ini disebabkan oleh ...

a. kuatnya ajaran Hindu-Budha

b. kerajaan Majapahit yang anti Islam

c. agama baru sulit diterima

d. belum adanya penyebaran Islam secara terorganisasi

3. Peran penting Wali Songo dalam mengembangkan Islam di Indonesia yaitu ...

a. menyebarkan Islam secara terorganisasi

b. mengajar Islam di pusUat kJoIta PUBLIK

c. berdagang sambil mengajar

d. berdakwah di kampung-kampung

4. Pada abad XIV –XVI M, Wali Songo menyebarkan Islam dengan cara...

a. melakukan hubungan dagang

b. menjalin hubungan kekeluargaan dengan penguasa

c. berdakwah dengan santun dan toleran

d. jawaban a, b, dan c benar

5. Pada tahun 1371 M. Sunan Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa untuk...

a. menyebarkan agama Islam sambil berdagang.

b. menjalin hubungan politik dengan Majapahit

c. mencari keluarga dekat

d. menjadi utusan kerajaan Champa

6. Sunan Maulana Malik Ibrahim memulai dakwahnya di masyarakat dengan...

a. membeli tanah penduduk

b. menikah dengan penduduk setempat

c. berdagang kebutuhan pokok dengan harga murah

d. memberikan sumbangan ke warga

7. Respon Raja Brawijaya atas ajakan masuk Islam oleh Sunan Maulan Malik Ibrahim adalah ...

a. menolak tegas tanpa penghargaan

b. menerima dengan lapang dada


c. belum bersedia namun membolehkan penyebaran Islam

d. memerintahkan pengawal untuk mengusir

8. Tokoh Wali Songo yang pertama mendirikan pesantren adalah ...

a. Sunan Kudus

b. Sunan Muria

c. Sunan Giri

d. Sunan Maulana Malik Ibrahim

9. Peran penting Sunan Maulana malik Ibrahim dalam mengembangkan dakwah Islam di pulau Jawa diantaranya ...

a. membangun pelabuhan dagang

b. berdakwah di kalangan keluarga istana

c. berkeliling ke kampung-kampung

d. berdakwah dengan bahasa lantang dan keras

10. Sunan Maulana Malik Ibrahim mudah diterima penduduk Jawa, karena ...

a. menyampaikan ajaran Islam secara bertahap

b. bertutur sopan, toleran dan dermawan

c. menggurui dan menyalahkan agama lain

d. jawaban a, dan b benar

11. Silsilah keturunan Raden Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel bersambung sampai Rasulullah Saw. melalui jalur ...

a. Husein bin Fatimah binti Rasulullah

b. Hasan bin Fatimah binti Rasulullah

c. Abbas bin Abdul Muthalib

d. Usman bin Affan

12. Sunan Ampel adalah tokoh yang berjasa memperluas penyebaran Islam melalui ...

a. hubungan dagang antar daerah

b. penaklukan kerajaan majapahit

c. Jaringan keluarga istana dan pesantren

d. memusuhi non muslim

13. Pesan damai Sunan Ampel dalam penyebaran ajaran ahlussunnah wa al jamaah

tercermin dalam sikapnya yang ...

a. menyeimbangkan antara tradisi dan ajaran Islam

b. menolak tradisi yang berlansung lama

c. menganggap semua tradisi menyesatkan

d. menghilangkan tradisi nenek moyang

14. Ajaran Sunan Ampel yang paling dikenal masyarakat adalah ...

a. bhineka tunggal ika

b. tutwuri handayani

c. falsafah limo

d. pepali tujuh


15. Tradisi memperingati kematian hari ke-3, ke-7,ke-40, ke-100, dan ke-1000 adalah tradisi yang berasal dari ...

a. tradisi Islam Champa

b. tradisi asli Hindu-Budha

c. tradisi agama Kapitayan

d. tradisi dari Timur Tengah

16. 
Arsitektur masjid-masjid di Jawa dan daerah lainnya yang menggunakan ataptumpang sepertipada gambar di samping, merupakan arsitektur akulturasi kebudayaan ....

a. Arab dan Sunda

b. Turki dan India

c. Islam dan Hindu-Budha

d. Jawa dan Bali

17. Dalam dakwahnya,Sunan Ampel melakukan perubahan terhadap tradisi Hindu- Budhadengan memasukkan nilai-nilai keislaman, seperti...

a. tradisi sradhha menjadi kenduri

b. nyongkolan dalam pernikahan

c. Sunatan masal

d. jawaban a, b. dan c salah

18. Bayi mungil yang pernah dihanyutkan di laut karena anggapan yang salah oleh Bhre Wirahbumi terhadap mewabahnya penyakit di Gresik adalah ...

a. Raden Mahdum Ibrahim

b. Raden Ali Rahmatullah

c. Joko Samudra atau Raden Paku

d. Raden Sahid

19. Kecerdesan Raden Paku saat belajar di Pesantren Ampeldenta diapreasiasi Sunan Ampel dengan memberikan gelar ...

a. Asadullah

b. Maulana Ainul Yaqin

c. Dzunnurain

d. Al faruq

20. Masa kecil Raden Paku tidak berada di sisi ayah dan ibunya, dan diasuh orang lain, menjadikan ia sosok yang ...

a. manja dan kurang mandiri

b. gampang mengeluh

c. tekun dan tangguh

d. mudah marah dan kurang tanggung jawab

21. Wali Songo melakukan perubahan alih fungsi terhadap Mandala,atau dukuhdi akhir era Majapahit menjadi ...

a. pondok pesantren

b. tempat pengobatan tradisional

c. tempat peninggalan bersejarah

d. tempat permainan

22. Gelar Prabu Satmatayang disematkan kepada Sunan Giri, dan adanya situs Giri Kedaton membuktikan dirinya berkedudukan sebagai ...

a. Penguasa Giri Kedathon

b. Tumenggung

c. Senopati kerajaan

d. Hanya sebagai tokoh agama

23. Jalungan adalah permainan yang diciptakan untuk dakwah di kalangan anak-anak. Oleh ...

a. Sunan Ampel

b. Sunan Muria

c. Sunan Giri

d. Sunan Drajat

24. Wayang merupakan pertunjukan yang digemari masyarakat era Majapahit, karena itu Wali Songo melakukan perubahan-perubahan sbb:

a. Menyelaraskan isi cerita dengan ajaran tauhid

b. Pangelaran dengan cara-cara baik da sopan

c. Cerita wayang diisi pesan akhlak mulia

d. Jawaban a, b, dan c benar

25. Berbagai permaianan diciptakan oleh Sunan Giri sebagai upaya dakwah di kalangan anak-anak. Permain teersUebuJIantParaUlaiBn : LIK

a. Jelungan, Jamurandangendi-gerit

b. main gansing dan pletokan

c. main gundu dan tuk tuk ubi

d. main lompat tali

26. Nama asli Sunan Drajat adalah ...

a. Raden Ali Rahmatullah

b. Raden Mahdum Ibrahim

c. Raden Paku

d. Raden Qasim

27. Pepali Pitumerupakan ajaran Sunan Drajat yang paling dikenal masyarakat. dari isi pesannya menggambarkan teladannya dalam sikap hidup, antara lain ...

a. peduliterhadap masyarakat

b. merakyat dan membaur dengan masyarakat.

c. hanya bergaul dengan kalangan istana

d. jawaban a, dan b benar

28. 
Perhatikan gambar di samping !

Peninggalan bersejarah dalam gambar di samping membuktikan karakter dakwah Sunan Drajat bersifat ...

a. akomudir terhadap budaya lokal

b. datang membawa budaya baru

c. keras dan harus diikuti

d. menyalahkan budaya lama

29. Memangun resep tyasing sasama” salah satu nasehat Sunan Drajat yang berisi ...

a. anjuran untuk selalu sabar

b. nasehat agar selalu membuat senang hati orang lain

c. mengingatkan saling mengunjungi

d. saling mendoakan antar sesam

30. 
Inskripsi berbahasa Arab pada makam Sunan Maulana Malik Ibrahim,UmeJnuIlisPkanUtenBtanLg .I..K

a. Maulana Malik Ibrahim Sosok dermawan

b. Maulana Malik Ibrahim penasehat raja dan pengajar istana

c. Pesan-pesan Maulana Malik Ibrahim

d. Jawaban a, dan b benar

II.Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar !

36. Mengapa dakwah Wali Song dapat diterima baik oleh penduduk pribumi !

37. Bagaimana sikap para Wali terhadap budaya-budaya Hindhu-Budha yang sudah menjadi tradisi masyarakat !

38. Sunan Ampel mengkader sejumlah tokoh penyebar Islam di Nusantara, bagaiaman Sunan Ampel melakukan peran ini !

39. 
Benda di samping merupakan salah satu peninggalan Sunan Bonang. Bagaimana peran Sunan Bonang dalam berdakwah bila dikaitkan dengan gambar disamping !

40. Bagaimana Sikap dan peran Sunan Bonang dalam menghadapi tradisi Pancamakara

yang menjadi tradisi masyarakat di zamannya ?



 




https://youtu.be/jEhSctczX3Y?si=N6jeAKaa339mOdmc











Comments

Popular posts from this blog

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS 3